CLI: Cek Kapasitas Harddisk di Linux

Cara cek kapasitas harddisk yang sedang terpakai atau yang masih tersisia:

# df -h

Command diatas akan menampilkan penggunaan HDD berdasarkan partisinya

Untuk mengetahui besar ukuran suatu folder, misalnya folder /home

# du -csh /home/

Ingin melihat ukuran masing-masing folder dibawah folder /home/ pakai command:

# du -csh /home/*
Advertisements

Keunggulan Drupal yang Saya Suka

Sudah dua kali saya menggunakan Drupal sebagai CMS untuk menghandle informasi yang ingin disebarkan ke orang banyak. Dari pengalaman ini, ada satu ciri khas Drupal yang saya suka karna sangat  membantu dan memudahkan pengelolaan isi dari suatu website, yaitu “Field”.

Dari kemampuan Field ini, kita bisa membuat berbagai jenis konten dengan berbagai jenis infomasi masing-masing. Misalnya kita ingin menampilkan jenis konten downloadable file yang bisa di urutkan dan dikelompokkan sesuai dengan paramater yang kita inginkan, maka kita bisa buat field berdasarkan parameter tersebut. Kita juga bisa membuat field sebanyak yang kita perlukan.

Tampilan pada halaman juga bisa kita atur berdasarkan parameter yang telah kita buat dalam Field. Misalnya sesuai contoh diatas, kita bisa tampilkan dalam bentuk tabel secara otomatis terurut dan bisa disesuaikan dengan parameter yang telah dibuat sebelumnya.

Contoh diatas adalah satu contoh fasilitas Drupal yang memberikan banyak kemudahan dalam mengatur konten dalam suatu website. Selain itu ada modul tambahan yang bisa kita gunakan untuk meng-custom Drupal sesuai dengan website yang kita inginkan secara system terintegrasi.

Memang benar kata orang kalau Drupal adalah Sistem Manajemen Konten yang paling banyak bisa di Custom.

Berkunjung ke BPS

BPS atau Badan Pusat Statistik ternyata memiliki koleksi yang bisa dilihat oleh Publik. Kebetulan minggu ini saya berkesempatan berkunjung kesana.

Kita sebagai pelajar atau umum bisa datang dan melihat kumpulan data tentang Indonesia yang terus diperbarui. Bagi orang yang suka data, berkunjung ke BPS seperti berwisata ke plosok-plosok Indonesia.

Pengunjung bisa masuk secara gratis ke ruang Perpustakaan di Gedung 2 Lantai 1. Kalau kurang menemukan yang dicari bisa ke Galery Buku atau ke ruang konsultasi data untuk mendapatkan data survey atau data statistik yang lain.

Kalau kita melihat informasi dari website BPS (akses sep 14), disana tercantum ada tiga jenis data berdasarkan cara kita memperolehannya. Yang pertama yaitu free untuk masyarakat umum, kedua nol rupiah untuk lembaga internasional atau perwakilan negara lain, dan yang ketiga yang berbayar.

Kalau biasanya orang sekarang lagi trend backpacking ke plosok-plosok Indonesia untuk mengeksplore negeri, mungkin akan lebih baik kalau kita main dulu ke BPS untuk memberikan gambaran tentang suatu daerah. Sehingga ketika berkunjung kita bisa lebih menikmati kekayaan pengetahuan dan mendapatkan feelnya mengeksplore… 😀

Dropbox Pro atau Amazon Glacier

Saya pernah menyebut harga Dropbox yang mahal dibanding Amazon Glacier di tulisan saya sebelumnya soal Mencoba Amazon Web Service EC2, S3, dan Glacier. Disitu saya menyebut kalau harga Amazon Glacier lebih murah dari Dropbox Pro.

Saya baru ingat ketika saya membuka kembali Dropbox Pro untuk pengguna personal satu account, Dropbox telah memberikan kapasitas 10 kali lebih besar dari kapasitas penyimpanan sebelumnya tanpa meningkatkan harganya. Jadi sekarang dengan harga sekitar 1 juta-an per tahun, kita bisa menyimpan data kita di Dropbox hingga 1TB. Setidaknya itu yang di janjikan Dropbox.

Harga Dropbox diatas kira-kira hampir sama dengan Amazon Glacier dengan kapasitas yang sama,bahkan bisa jadi lebih murah. Masalah kemudahan juga Dropbox memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses data, karena datanya juga tersimpan lokal di device kita, jadi setiap kita buka file tidak perlu download lagi.

Sepertinya memang Dropbox sedang berkompetisi dengan para penyedia layanan penyimpanan cloud dengan para pemain yang lain yang semakin menjamur. Ada mozy, azzure, dll. Walaupun Dropbox sendiri juga menyimpan datanya di fasilitas milik Amazon.

Cuma, saya pikir, masalah utama dari teknologi penyimpanan cloud public seperti Dropbox, Amazon, Mozy, Azzure, dan yang lainnya adalah infrastruktur koneksi internet. Kalau koneksi internet lambat ya manfaat cloud kurang optimal. Mungkin bisa jadi malah menghambat produktifitas karna filenya belum synchronize, atau downloadnya belum selesai.

 

Mencoba Amazon Web Service EC2, S3, dan Glacier

Amazone Web Service (AWS) benar-benar memberikan segala layanan yang dibutuhkan oleh dunia digital sekarang ini. Semua layanan cloud disediakan dengan luar biasa lengkap oleh AWS. Mulai dengan layanan virtual server dengan pilihan berbagai sistem operasi hingga penyimpanan awan atau cloud storage yang besar dan terpercaya.

Semua layanan menawarkan harga yang fleksibel sesuai penggunaan. Jika kita hanya menggunakan sumber daya yang kecil, kita juga akan membayar dengan harga yang kecil juga. Inilah yang membedakan dengan menyewa infrastruktur tersendiri. Kalau kita sewa atau membangun infrastruktur sendiri, kita harus mengeluarkan biaya sebesar harga infrastruktur yang mahal. Kalau kita akan upgrade, investasinya juga sangat mahal.

Dalam kesmpatan ini saya mencoba EC2 sebagai server virtual, Amazon S3 sebagai penyimpanan berbasis awan, dan Amazon Glacier sebagai backup.

Amazon S3 memberikan space yang besar dan fleksibilitas untuk menyimpan dan mengambil. Untuk 100 GB harganya sekitar $39,6 atau sekitar Rp. 450.000,- per tahun. Kira-kira setangah dari biaya Dropbox.

Untuk Amazon Glacier, karena tujuannya untuk backup, jadi didesain untuk tidak sering diakses. Salah satu keuntungannya adalah harganya yang murah. Bayangkan untuk backup dengan kapasitas penyimpanan 100 GB, kita hanya membayar $1  per bulan atau $12 per tahun. Bandingkan dengna layanan dropbox yang harganya $99 per tahun.

Untuk storage ini kalahnya dari dropbox adalah kurang user friendly. Jika digunakan sehari-hari akan lebih mudah memakai dropbox. Sedangkan untuk backup jangka panjang atau beberapa tahun ke depan, kita bisa memakai Amazon S3 atau Amazone Glacier.

Pembangunan MRT (foto)

Foto Tahapan Pembangunan MRT
Foto Tahapan Pembangunan MRT. Foto diambil dari JPO Bundaran Senayan.

Sore ini (16/08) dalalm rangka jalan-jalan sore pakai Transjakarta, saya melihat proses pembangunan MRT seperti pada foto diatas. Merasa ada harapan terhadap pembenahan sistem transportasi baru, saya dokumentasikan foto diatas sebagai dokumentasi pribadi. Mudah-mudahan pembangunannya lancar dan bisa segera memberikan manfaat kepada masyarakat.

Beberapa halte Transjakarta di koridor 1 (Blok M  – Kota) juga sudah banyak perubahan. Beberapa halte telah dirubah menjadi lebih luas dan lebih terbuka. Semua penumpang yang menggunakan koridor ini juga sudah diharuskan menggunakan uang elektronik untuk pembayaran tiket-nya. Sebenarnya tidak ada tiket, tapi untuk masuk halte pake kartu yang berisi saldo yang akan berkurang setiap kita masuk halte. Sampai besok (17/08) harga kartu masih Rp. 20.000,- dengan saldo 20.000 (bisa diisi ulang).