******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Meteorit Rusia1

Jatuhnya asteroid di  Chelyabinsk, Rusia Tengah, pada Jumat 15 Februari 2013 pukul 09.20 waktu setempat (10.20 WIB) menarik perhatian publik internasional karena mencederai lebih dari 1000 orang (lihat video di atas). Media massa menyebutnya hujan meteor. Sesungguhnya bukan hujan meteor. Itu asteroid yang masuk ke atmosfer yang tampak sebagai bola api sangat terang, bahkan lebih terang daripada matahari pagi itu. Warga yang cedera bukan disebabkan oleh kejatuhan puing-puing meteor atau asteroid, tetapi oleh gelombang kejut yang merusakkan bangunan dan berbagai fasilitas di kota itu. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Dengan membandingkan kejadian serupa di Bone, Indonesia pada 8 Oktober 2009 (lihat ulasan di bawah), saya segera menaksir kejadian di Rusia juga disebabkan oleh masuknya asteroid belasan meter. Alasan saya, gelombang kejut yang ditimbulkannya lebih hebat daripada di Bone.  Belakangan pakar NASA pun menaksir berdasarkan data-data ultrasound (jaringan pengamat ledakan di atmosfer) bahwa asteroid itu berukuran…

View original post 469 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s